Hari itu kepedihan begitu dalam, begitu nyata ketika sebuah kenyataan datang, bunda telah tiada, seperti biasa Bunda tak pernah mengeluh, selalu bahagia, selalu berdoa dan tiba tiba saja, hari itu bunda pergi, meninggalkan kami semua yang dicintainya, hari itu adalah mimpi buruk yang menyakitkan, namun kami mengikhlaskan kepedihan ditinggalkan sosok pemersatu yang rajin berdoa , yang sangat mencintai kami ini, gambar ini juga merangkai satu kenangan dimana Nenang tak dinyana juga menyusul kepergian bunda, nenang yang mengangkat keranda disisi kiriku itu, telah pergi menyusul sang ibunda


Tidak ada komentar:
Posting Komentar